Saturday, August 23, 2014

Drama, Sebuah Kisah Kenangan Penuh Nada

Prodi Bahasa Inggris FKIP UNTAN, tepat pada tahun ajaran 2013/2014, Semester 6, Seluruh Mahasiswanya diberi kesempatan untuk mempersiapkan sebuah pementasan Drama Bahasa Inggris dalam memenuhi kewajiban mata kuliah Drama. Selaku pembimbing kami, Ibu Eni Rosnija membagi kami menjadi 4 kelompok pada tiapa kelas dengan masing-masing kelompok akan menampilkan pementasan 4 genre berbeda (Local Story, Tragedy, Comedy, dan Musical). Aku, merupakan seorang mahasiswi yang beruntung, yang termasuk dalam kelompok Drama Musical (Sebuah Genre yang memang saya inginkan). Setiap kelompok diberi cerita dan dibebaskan untuk mengembangkan cerita tersebut. Alhasil, kami diberi kisah Snow White yang harus ditampilkan dalam bentuk pementasan Drama Musical.

Naskah yang kami dapatkan adalah naskah Snow White klasik, terdiri dari 3 halaman yang di dalamnya pun tidak terdapat lagu atau lirik yang biasa dapat dinyanyikan dalam pertunjukan musikal. Tim kami juga merupakan kelompok dengan jumlah anggota paling banyak di kelas. Kami terdiri dari 14 orang dengan formasi, 13 perempuan dan 1 laki-laki. Tentu saja terdapat PR besar yang harus kami selesaikan. Hal yang harus dilakukan pertama adalah naskah yang harus dimodifikasi secara cepat menjadi bentuk naskah drama musikal (paling tidak bisa disebut naskah musikal). Kedua, menemukan pelatih yang dapat melatih kami serta jadwal latian yang sesuai dengan kesibukan kami masing-masing (karena pada kesempatan yang sama, beberapa dari kami harus mengikuti mata kuliah Micro Teaching). Dan yang terakhir dan paling utama, mempersiapkan estimasi biaya yang akan kami habiskan untuk persiapan pertunjukan. Tugas-tugas ini sangat membebani beberapa pihak dalam kelompok terutama saya sendiri.

Saya adalah orang yang mencoba memodifikasi naskah tersebut menjadi naskah drama musikal. Saya hanya ingin mencoba mengubah naskah ini dan membuatnya tidak seperti cerita Snow White yang sering kita dengar. Banyak versi Snow White yang telah dijadikan film, mungking masing-masing dari kita telah menyaksikannya. Saya berusaha mencari inspirasi dan ditemukanlah kisah Snow White dengan menghilangkan kisah romantisnya bersama pangeran. Inspirasi awal yang saya dapatkan adalah kisah Snow White yang telah mendapat kebahagiaan bersama pangeran, namun kembali ditemukan oleh sang Ratu (ibu tirinya) yang ternyata berusaha untuk membalas dendam padanya. Seolah-olah Snow White telah diculik dan dipenjara di dalam istana. Sementara sang pangeran telah dimantrai oleh ratu yang memiliki kekuatan sihir. Sang Ratu juga menculik 4 orang kurcaci untuk dijadikannya sebagai budak pelayan. Maka muncullah judul Drama Musikal "Snow White and the Revenge of the Queen". 

Kisah Snow White versi ini dimodifikasi dalam waktu 1 hari 1 malam. dengan bermodalkan sedikit pengetahuan dalam penulisan naskah, kebiasaan membaca puisi, mendengarkan lagu, menonton film, dan menghayal saya mencoba menulis tiap-tiap dialog dan lirik dalam naskah. Sebenarnya ada beberapa baris lirik (tapi tidak banyak) yang saya dapatkan dari sebuah naskah musikal Snow White di internet, akan tetapi nilai keaslian dari naskah versi saya ini masih tetap terjamin.  Dari naskah, yang paling saya banggakan adalah lirik-lirik lagu yang akan dinyanyikan oleh sang Ratu dan tokoh lainnya. Saya berniat membuat sang Ratu menjadi orang yang sangat jahat, dingin, kejam, anggun, dan berwibawa. Tapi saya tidak tahu pendapat orang ketika Drama ini dipentaskan. Kemudian lirik lagu terakhir yang dinyanyikan Ratu saat mengeksekusi Snow White. Lagu lainnya adalah lagu para kurcaci di hutan dan lagu mantra yang dinyanyikan oleh Madam Giry. Semua tokoh dalam naskah ini saya pertimbangkan dan di sesuaikan dengan masing-masing anggota kelompok.

Aapakh kisah dari penulisan naskah dan apa saja yang ada pada kisah Snow White (The Musical), tunggu kembali postingan berikutnya.