Showing posts with label Imagination. Show all posts
Showing posts with label Imagination. Show all posts

Tuesday, May 28, 2013

Blue "The Imaginary Love Story"

Pada Suatu keramaian terlihat segerombolan orang berbaju hitam mengejar seorang badut Panda. Si badut berlari dengan sekencang-kencangnya. Orang yang mengejarnya sangat ramai dan terus berteriak memanggilnya "Nona...! Nonaa...!".
Tampaknya si badut tak memperdulikan orang-orang itu dan terus berlari.

Di tempat lain, terlihat sebuah mobil melaju dengan sangat kencang. Di dalamnya terdapat sosok pria yang membunyikan musik sekeras-kerasnya dan tampak sangat ugal-ugalan. Meskipun telpon berdering dia tidak mengangkat telponnya, bahkan dia melempar Handphonenya ke tempat duduk belakang mobil. Dia tampak seolah-olah bebas melaju tanpa hambatan. Hingga dia berhenti di sebuah taman kota.

Thursday, April 18, 2013

Hari meneduhkan sinarnya. Perlahan garis langit berubah jingga, membuat seisi dunia terpana akan pesonanya. Mungkin ini akan lebih indah jika dilihat ditepian pantai, menurut beberapa orang. tampak seorang gadis berdiri di atas balkon rumahnya, menikmati pemandangan eksotis itu. Tak henti-hentinya ia memuji kebesaran Tuhan atas segala nikmat visual yang Ia berikan.  Dari sudut yang diberikan oleh rumah, menambah sejuk suasana sore yang eksotis. Sambil memainkan kamera untuk mengabadikan pemandangan itu, sesorang memanggilnya dari kejauhan.
"Na, udah maghrib kaleee!" Suara itu terdengar sangat familiar dan sangat memprofokasi.
"Huh??? Hmmmmmm.... dikau ternyata" Hana baru menyadari bahwa yang teriak memanggilnya adalah Kevin. Nama seorang anak lelaki yang cukup keren, Jonash Kevin. Ayahnya seorang pengusaha keripik ubi yang tinggal tepat di samping rumah Hana.
"Besok jadi gak??" kevin berteriak lagi.
"Liat situasi, kondisi dan money dulu lah ya. Hahahah". Hana menimpali.
"Woah, gak asik lo, Han..." Kevin menjawab dengan nada kesal.
"Hari minggu aja deh ya. mau?"
"Minggu sore seih oke-oke aja. Aku kan selalu ada ibadah di minggu pagi." Suara Kevin mengecil ketika mendengar kumandang azan maghrib.
Hana hanya memberikan jempolnya tanda setuju dan segera masuk ke dalam rumah setelah mendengar azan berkumandang. Kevin yang menyadari, memperhatikan Hana yang segera masuk ke rumah. Sementara Kevin masih tetap berdiri di balkon rumahnya sambil melihat perubhan warna langit perlahan-lahan, dalam hatinya ia berkata "Aku menyadari, semuanya terlihat sempurna"