Tuesday, May 28, 2013

Blue "The Imaginary Love Story"

Pada Suatu keramaian terlihat segerombolan orang berbaju hitam mengejar seorang badut Panda. Si badut berlari dengan sekencang-kencangnya. Orang yang mengejarnya sangat ramai dan terus berteriak memanggilnya "Nona...! Nonaa...!".
Tampaknya si badut tak memperdulikan orang-orang itu dan terus berlari.

Di tempat lain, terlihat sebuah mobil melaju dengan sangat kencang. Di dalamnya terdapat sosok pria yang membunyikan musik sekeras-kerasnya dan tampak sangat ugal-ugalan. Meskipun telpon berdering dia tidak mengangkat telponnya, bahkan dia melempar Handphonenya ke tempat duduk belakang mobil. Dia tampak seolah-olah bebas melaju tanpa hambatan. Hingga dia berhenti di sebuah taman kota.


Kembali pada si badut yang terus berlari. dia semakin panik dan tampak mulai menyerah karena lelah berlari mengggunakan kostum badut lengkap. dia melihat sebuah mobil dan dengan segera mencoba untuk masuk ke mobil itu sebelum ketahuan dengan orang yang mengejarnya.

"Saiapapun yang di dalam mobil, bisakah kau membuka pintunya? Kumohon... " Si badut panda menggedor pintu mobil itu dan tak ada tanggapan karena orang yang didalmnya sedang asyik mendengarkan musik yang sangat keras.
"Hey !! Kumohon buka pintunya!" Dia semakin panik, karena orang yang mengejarnya mulai tampak. dia mencoba membuka pakasa mobil itu dan ternyata pintu mobil itu tidak terkunci. dia pun masuk dan segera bersembunyi tepat sebelum orang yang mengejarnya menemukannya.

Akhirnya si Badut terselamatkan. dia segera membuka kostum badutnya dan membuat orang di dalam mobil tersebut terkejut. Pria yang ada di dalam mobil itu langsung menutup wajahnya dengan topi dan kacamata hitam. ternyata orang di dalam badut tersebut adalah seorang gadis. Sang pria hanya melihat sosok si gadis dari kaca spion mobilnya. dia tidak berani melihatnya dengan jelas apalagi menunjukkan wajahnya. Gadis badut itu juga hanya fokus membuka kostumnya, dan merapikan diri. dan sebelum keluar gadis itu berkta.
"Hey Tuan, terimakasih aku bisa sembunyi sementara di mobilmu. Kelak jika kita berjumpa lagi, aku akan membalas budi baikmu. Sekali lagi terimakasih banyak. " Kemudian gadis itu keluar dan menghilang dengan sekejap. ia berlari dan tak tampak lagi batang hidungnya.

Pria itu hanya dapat terdiam dengan apa yang dilihatnya. dia tidak tau bagaimana gadis itu masuk ke dalam mobil, dengan kostum badut pula. kemudian berlari dan menghilang sangat cepat. Atas peristiwa itu, sang pria sadar bahwa dia harus kembali ke suatu tempat dan berfikir banyak orang yang akan mencarinya. namun sesuatu mengganggu pandangannya. sebuah gelang tergeletak di bangku mobil. Dia mengambil gelang itu dan terlihat insial huruf L.
"L? apa ini? apa milik gadis tadi. Pasti miliknya. Dasar gadis aneh. Pasti kita akan berjumpa lagi dan kau akan membalas kebaikanku." Dia tersenyum dan kemudian menyimpan gelang itu kedalam saku jasnya. kemudian dia kembali menghidupkan mobilnya dan melaju lagi.

Kisah si gadis badut panda semakin melelahkan dan akhirnya ia menyerah pada kenyataan bahwa ia tak mampu lagi untuk berlari. Dia menyerah dan membiarkan orang yang mengejarnya menangkapnya. sesosok wanita menghampirinya dan berkata. "Astaga, Nona... Kumohon jangan seperti ini lagi. Kumohon... Kami sangat khawatir padamu. Ayo kita pulang. Orang tua nona sudah kembali, dan mereka pasti sedang menunggu nona. kami tidak mau terkena masalah apalagi nona. Kumohon, ayo kita pulang." Si gadis itu akhirnya patuh dan pulang bersama orang-orang berbaju hitam. dia masuk ke dalam sebuah mobil dan akhirnya pulang untuk menemui orang tuanya.

Dialah anak gadis terkaya di Korea bernama Lee Dae Ra. Hidupnya penuh dengan bergelimpangan harta. Tak satupun orang yang tak mengenal keluarganya yang merupakan pemilik HANSANG GROUP, yaitu sebuah perusahaan ternama yang mempunyai banyak bidang bisnis di Korea mengalahkan SINHWA GROUP. Namun syangnya, Daera tidak pernah bertingkah layaknya seorang putri dari keluarga terpandang. Gayanya yang sangat sembarangan membuat pengawal dan pelayannya kewalahan menghadapinya.

No comments:

Post a Comment

Your comment is the light of my blog