Prodi Bahasa Inggris FKIP UNTAN, tepat pada tahun ajaran 2013/2014, Semester 6, Seluruh Mahasiswanya diberi kesempatan untuk mempersiapkan sebuah pementasan Drama Bahasa Inggris dalam memenuhi kewajiban mata kuliah Drama. Selaku pembimbing kami, Ibu Eni Rosnija membagi kami menjadi 4 kelompok pada tiapa kelas dengan masing-masing kelompok akan menampilkan pementasan 4 genre berbeda (Local Story, Tragedy, Comedy, dan Musical). Aku, merupakan seorang mahasiswi yang beruntung, yang termasuk dalam kelompok Drama Musical (Sebuah Genre yang memang saya inginkan). Setiap kelompok diberi cerita dan dibebaskan untuk mengembangkan cerita tersebut. Alhasil, kami diberi kisah Snow White yang harus ditampilkan dalam bentuk pementasan Drama Musical.
Naskah yang kami dapatkan adalah naskah Snow White klasik, terdiri dari 3 halaman yang di dalamnya pun tidak terdapat lagu atau lirik yang biasa dapat dinyanyikan dalam pertunjukan musikal. Tim kami juga merupakan kelompok dengan jumlah anggota paling banyak di kelas. Kami terdiri dari 14 orang dengan formasi, 13 perempuan dan 1 laki-laki. Tentu saja terdapat PR besar yang harus kami selesaikan. Hal yang harus dilakukan pertama adalah naskah yang harus dimodifikasi secara cepat menjadi bentuk naskah drama musikal (paling tidak bisa disebut naskah musikal). Kedua, menemukan pelatih yang dapat melatih kami serta jadwal latian yang sesuai dengan kesibukan kami masing-masing (karena pada kesempatan yang sama, beberapa dari kami harus mengikuti mata kuliah Micro Teaching). Dan yang terakhir dan paling utama, mempersiapkan estimasi biaya yang akan kami habiskan untuk persiapan pertunjukan. Tugas-tugas ini sangat membebani beberapa pihak dalam kelompok terutama saya sendiri.
Saya adalah orang yang mencoba memodifikasi naskah tersebut menjadi naskah drama musikal. Saya hanya ingin mencoba mengubah naskah ini dan membuatnya tidak seperti cerita Snow White yang sering kita dengar. Banyak versi Snow White yang telah dijadikan film, mungking masing-masing dari kita telah menyaksikannya. Saya berusaha mencari inspirasi dan ditemukanlah kisah Snow White dengan menghilangkan kisah romantisnya bersama pangeran. Inspirasi awal yang saya dapatkan adalah kisah Snow White yang telah mendapat kebahagiaan bersama pangeran, namun kembali ditemukan oleh sang Ratu (ibu tirinya) yang ternyata berusaha untuk membalas dendam padanya. Seolah-olah Snow White telah diculik dan dipenjara di dalam istana. Sementara sang pangeran telah dimantrai oleh ratu yang memiliki kekuatan sihir. Sang Ratu juga menculik 4 orang kurcaci untuk dijadikannya sebagai budak pelayan. Maka muncullah judul Drama Musikal "Snow White and the Revenge of the Queen".
Kisah Snow White versi ini dimodifikasi dalam waktu 1 hari 1 malam. dengan bermodalkan sedikit pengetahuan dalam penulisan naskah, kebiasaan membaca puisi, mendengarkan lagu, menonton film, dan menghayal saya mencoba menulis tiap-tiap dialog dan lirik dalam naskah. Sebenarnya ada beberapa baris lirik (tapi tidak banyak) yang saya dapatkan dari sebuah naskah musikal Snow White di internet, akan tetapi nilai keaslian dari naskah versi saya ini masih tetap terjamin. Dari naskah, yang paling saya banggakan adalah lirik-lirik lagu yang akan dinyanyikan oleh sang Ratu dan tokoh lainnya. Saya berniat membuat sang Ratu menjadi orang yang sangat jahat, dingin, kejam, anggun, dan berwibawa. Tapi saya tidak tahu pendapat orang ketika Drama ini dipentaskan. Kemudian lirik lagu terakhir yang dinyanyikan Ratu saat mengeksekusi Snow White. Lagu lainnya adalah lagu para kurcaci di hutan dan lagu mantra yang dinyanyikan oleh Madam Giry. Semua tokoh dalam naskah ini saya pertimbangkan dan di sesuaikan dengan masing-masing anggota kelompok.
Aapakh kisah dari penulisan naskah dan apa saja yang ada pada kisah Snow White (The Musical), tunggu kembali postingan berikutnya.
Black Blue Brown
DREAM-DO-BELIEVE ^^
Saturday, August 23, 2014
Wednesday, June 12, 2013
How to Memorize 16 Craziest Tenses
What is in your mind when somebody said "tense"?
You may think that there are 16 tenses which have different rules of each. However, have you ever thought, what makes the tenses seem difficult to us? That is about tenses or verb of time. Each Tenses has different use of word.
Tense is the verb form which depends on the moment of speaking. Look at the example:
1. Simple Present Tense
Formula : S + V1 ( I drink tea )
2. Simple Past Tense
Formula : S + V2 ( I drank tea )
3. Simple Future Tense
Formula : S + will + V1 ( I will drink tea )
When you study 16 tenses, you only need to remember “tense : Verb form”. If you remember that, you will study 16 tenses easily.
Wednesday, May 29, 2013
Family
This is my family.
My father (Mr. Salamin) is the one who wears black suit and black-white scarf. My mother who stand in the middle (Mrs. Karmiati), she is a teacher of Elementary school. The last is my uncle. He is Mr. Eduardus, I usually call him "Pak Tua". We are different, but we are family.
Faqih Mobil
I have a garage in front of my house. The name of the garage is "Faqih Mobil". The owner of the garage is my father (Mr. Salamin). We service everyone who has some problem with his/her car. In the garage, there are three specialist who works together. They are Mr. Amir, Mr. Atet, and Mr. Panjang. If you want to repair your car, please come and visit Faqih Mobil (Adisucipto street Km. 9,8)
The Runner Up
This is my video when I joined the singing competition in my University, "Untan Idol". I am the second winner of this competition. You would like to hear my voice ^^?? Check this out !!
Tuesday, May 28, 2013
Blue "The Imaginary Love Story"
Tampaknya si badut tak memperdulikan orang-orang itu dan terus berlari.
Di tempat lain, terlihat sebuah mobil melaju dengan sangat kencang. Di dalamnya terdapat sosok pria yang membunyikan musik sekeras-kerasnya dan tampak sangat ugal-ugalan. Meskipun telpon berdering dia tidak mengangkat telponnya, bahkan dia melempar Handphonenya ke tempat duduk belakang mobil. Dia tampak seolah-olah bebas melaju tanpa hambatan. Hingga dia berhenti di sebuah taman kota.
Subscribe to:
Comments (Atom)


